metrontb.net - setelah wartawan Media METRO NTB datang ke sekolah SMAN 1 LAMBU untuk melakukan wawancara kepada bapak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah terkait informasi yang menggemparkan dunia Maya/medsos terkhususnya di (Facebook) pada hari Selasa tanggal 22/09/26.
Bapak wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU menjawab beberapa pertanyaan dari media METRO NTB sesuai dengan rangkaian kronologi dan Fakta yang terjadi pada saat itu.
Bapak wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU membeberkan awal krologi tawuran pada hari Sabtu Tanggal 19 September 2026.
Pada saat itu kami pihak sekolah SMAN 1 LAMBU, SMK KELAUTAN dan SMAN 1 SAPE ada kegiatan Bimtek, begitu acara Bimtek di mulai sekitar jam 10:00 WIB, bapak Wakil kepala sekolah memberitahukan kepada guru2 untuk memulangkan anak sekolah,
Dan guru2 begitu menerima perintah guru-guru langsung masuk di tiap kelas untuk umumkan bahwa siswa udah boleh pulang.
Selan beberapa Jam semua siswa hampir meninggalkan sekolah menuju gerbang utama arah pulang, kemudian terdengarlah teriakan di depan sekolah SMAN 1LAMBU tepatnya di Lapangan Temba Romba Lambu.
Akhirnya guru-guru SMAN 1 Lambu lari keluar melihat ada dua kubu siswa tawuran, akhirnya guru2 dan Wakil kepala sekolah SMAN 1 LAMBU langsung ambil sikap untuk melarai termasuk bapak kepala sekolah SMK KELAUTAN antusias ikut melarai juga.
Setalah itu bapak wakil kepala sekolah melihat ada juga salah satu aparat kepolisian yang ikut membantu melarai tawuran siswa tersebut dan ada juga masyarakat setempat juga ikut melerai"Tuturnya"
Pada saat itu bapak polisi tersebut memegang helmnya untuk tameng penahan batu yang dilepari oleh kedua kubu siswa yang tawuran, dan kedua kubu siswa yang tawuran tersebut tidak tangan kosong melainkan ada yg pakai bambu, batu dan kayu.
Dan masyarakat sekitar yang ikut melerai, terkena lemparan batu kayu dari kedua kubu siswa yang tawuran tersebut termasuk bapak polisi itu juga terkena pukulan dari siswa yang tawuran memakai bambu.
Dan bapak Wakil kepala sekolah menegaskan tidak pernah melihat bapak polisi memukul siswa yang tawuran itu sampai babak belur seperti info yang beredar di Medsos (Facebook).
Kemudian semua guru dari SMAN 1 SAPE dan SMK KELAUTAN Lambu keluar juga ikut membantu melerai siswa yang tawuran, setelah beberapa menit tawuran dapat di bubarkan. "Lanjutnya"
Menjelang sore hari di hari yang sama bapak Wakil kepala sekolah mendapatkan informasi bahwa ada sala satu siswa yang tawuran, masuk ke Puskesmas Lambu (PKM).
Lalu bapak wakil kepala sekolah mau menyampaikan informasi tersebut ke bapak kepala sekolah namun pihak dari keluarga siswa yg dirawat di PKM Lambu sudah langsung menemui bapak kepala sekolah di ruangannya.
Pertemuan itu lumayan lama termasuk keluarga siswa tersebut mengajak bapak kepala sekolah untuk mendampingi melaporkan ke PROPAM Polres Kota Bima.
Namun bapak kepala sekolah menyatakan tidak bisa saya mendampingi, justrus pihak sekolah berterima kasih kepada semua yang ada dilapangan pada saat itu yang udah membantu melerai termasuk bapak polisi tersebut.
Akhirnya keluarga siswa tersebut keluar dari ruangan bapak kepala sekolah. Setalah beberapa jam kemudian bapak kepala sekolah datang menjenguk dan liat langsung siswa yang dirawat di PKM Lambu, dan menyatakan keadaan siswa tersebut Alhamdulillah tidak parah seperti informasi yg beredar di medsos (Facebook).
Selan satu hari bapak kepala sekolah melihat info di medsos bahwa siswa yang di rawat di PKM Lambu dirujuk di RSUD BIMA, dan bapak kepala sekolah berupaya mencari informasi ke teman-teman guru menanyakan "benar Gak siswa tersebut dirawat di RSUD BIMA?" Lalu salah satu guru menjawab "Gk bapak, Ini anaknya ada di rumahnya, sudah pulang dari rawat di PKM Lambu". Tuturnya "wawancarapun selesai"
"Perhatian":
Setiap informasi mengenai dugaan kekerasan oleh aparat maupun kondisi korban juga harus berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi, bukan sekadar mengembangkan issu dan informasi yang beredar di media sosial.
Masyarakat tentu dapat menilai peristiwa tersebut secara objektif berdasarkan kronologi, fakta di lapangan, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan pihak yang berwenang.