Yayasan Islam Bima, Kelalo 300 Hektar Aset Tanah dan Bangunan Tersebar DiKota Maupun Kabupaten Bima, " DiLelang Tiap Hasil Untuk Membiayai Sektor Pendidikan Islam dan Operasinal Internal" - MetroNTB.net

Yayasan Islam Bima, Kelalo 300 Hektar Aset Tanah dan Bangunan Tersebar DiKota Maupun Kabupaten Bima, " DiLelang Tiap Hasil Untuk Membiayai Sektor Pendidikan Islam dan Operasinal Internal"

Untuk  mengetahui , bagaimana Yayasan Islam  mampu  berkompisi dengan  lembaga suawadaya masyarakat lain , diera  persaingan  yg kian hari kian  kompetitif, berikut catatan singkat Metro NTB.
Aset utama Yayasan Islam Bima secara historis dan administratif berpusat pada kepemilikan tanah wakaf, bangunan pendidikan/sosial, serta lahan eks Kesultanan Bima, termasuk salah satunya area seluas ratusan hektare yang dikenal sebagai "Dana Molu" (sawah Maulud).
Berikut adalah ringkasan profil dan dinamika aset Yayasan Islam Bima.
Sektor Pendidikan: Yayasan mengelola dan memfasilitasi berbagai institusi pendidikan Islam modern di Bima, yang sejarahnya bermula dari upaya Sultan Bima untuk mengembangkan sistem pendidikan di tengah masyarakat.
Aset Tanah & Wakaf: Yayasan memiliki ribuan meter persegi tanah wakaf, termasuk aset strategis di area perkotaan seperti wilayah Kelurahan Sadia.
Sekarang Yayasan Islam Bima,  yg terletak dijalan Soekarno Hatta Kota Bima, mampu mempertahankan Aset asetnya berupa tanah dan bangunan yg tersebar diseluruh Kecamatan seKabupatan Bima.Aset yg memiliki manfaat dan sangat produktif, saat ini  sangat diminati oleh masyarakat petani untuk disewah kelola dengan sistim membayar sewah peratahun oleh masyarakat petani untuk menanam padi dan palawija lainya. 
Tradisi lelang tanah  sebelum dilakukan pelelangan  pihak Ysyasan Islam  mengonformasikan via surat resmi yg dikirim  kedesa desa yg didalamnya ada aset tanah milik Yayasan yg akan dilelang, sesuai jadwal yg ditentukan oleh panitya lelang waktu dan tempatnya".seperti digelar diaula rapat Yayasan Islam, Terlihat dengan jelas  antusias masyarakat  yg ikut lelang terbuka dikantor Yayasan Islam Bima.
Ada hal menarik dalam proses lelang tanah pertanian, milik yayasan tersebut yakini," Aset tanah sesuai kriteria  dan sangat menguntungkan bagi masyarakat petani, mereka tidak tanggung tanggung menaikan harga tawar  lelang sekalipum sudah dipatok oleh panitya lelang."Hal itu  karena ada keinginan kuat dari peserta lelang untuk menggarap tanah sawah  yg menjajikan keuntungan bagi mereka petani.
Ketua Yayasan Islam Bima  Muhammad SH. yg ditemui diruanganya, membenarkan  ada pelelangan aset tanah sawah  baik yg terletak Kota Bima  maupun yg ada diwilayah Kabupaten Bima, semua sudah selesai,sekalipun disana sini masih ada masyarakat peserta yg mempersoalkan perbedaan hari dg tanggal, tapi hal itu sudah diralat   kembali hari dan tanggal, tidak ada masalah. Clir.katanya.
Terkait dengan uang hasil lelang." Mantan kepala BKD Kabupaten  Bima yg diberi kepercayaan untuk memimpin  Yayasn Islam, mengaku, bahwa setiap tahun ada hasil lelang, tapi dipergunakan untuk operasional  Yayasan, kemudian tiap tahun ada kelebihan, dan telah dupergunakan untuk penambahan aset, serta membangun gedung sekolah  dan Ruko, yg saat ini disewa oleh  pengusaha, "itu hasil dari partisipasi  rakyat petani yg sewah tanah aset yayasan, sehingga antara petani dan yayasan saling menguntungkan.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda