Untuk mengetahui , bagaimana Yayasan Islam mampu berkompisi dengan lembaga suawadaya masyarakat lain , diera persaingan yg kian hari kian kompetitif, berikut catatan singkat Metro NTB.
Aset utama Yayasan Islam Bima secara historis dan administratif berpusat pada kepemilikan tanah wakaf, bangunan pendidikan/sosial, serta lahan eks Kesultanan Bima, termasuk salah satunya area seluas ratusan hektare yang dikenal sebagai "Dana Molu" (sawah Maulud).
Berikut adalah ringkasan profil dan dinamika aset Yayasan Islam Bima.
Sektor Pendidikan: Yayasan mengelola dan memfasilitasi berbagai institusi pendidikan Islam modern di Bima, yang sejarahnya bermula dari upaya Sultan Bima untuk mengembangkan sistem pendidikan di tengah masyarakat.
Aset Tanah & Wakaf: Yayasan memiliki ribuan meter persegi tanah wakaf, termasuk aset strategis di area perkotaan seperti wilayah Kelurahan Sadia.
Sekarang Yayasan Islam Bima, yg terletak dijalan Soekarno Hatta Kota Bima, mampu mempertahankan Aset asetnya berupa tanah dan bangunan yg tersebar diseluruh Kecamatan seKabupatan Bima.Aset yg memiliki manfaat dan sangat produktif, saat ini sangat diminati oleh masyarakat petani untuk disewah kelola dengan sistim membayar sewah peratahun oleh masyarakat petani untuk menanam padi dan palawija lainya.
Tradisi lelang tanah sebelum dilakukan pelelangan pihak Ysyasan Islam mengonformasikan via surat resmi yg dikirim kedesa desa yg didalamnya ada aset tanah milik Yayasan yg akan dilelang, sesuai jadwal yg ditentukan oleh panitya lelang waktu dan tempatnya".seperti digelar diaula rapat Yayasan Islam, Terlihat dengan jelas antusias masyarakat yg ikut lelang terbuka dikantor Yayasan Islam Bima.
Ada hal menarik dalam proses lelang tanah pertanian, milik yayasan tersebut yakini," Aset tanah sesuai kriteria dan sangat menguntungkan bagi masyarakat petani, mereka tidak tanggung tanggung menaikan harga tawar lelang sekalipum sudah dipatok oleh panitya lelang."Hal itu karena ada keinginan kuat dari peserta lelang untuk menggarap tanah sawah yg menjajikan keuntungan bagi mereka petani.
Ketua Yayasan Islam Bima Muhammad SH. yg ditemui diruanganya, membenarkan ada pelelangan aset tanah sawah baik yg terletak Kota Bima maupun yg ada diwilayah Kabupaten Bima, semua sudah selesai,sekalipun disana sini masih ada masyarakat peserta yg mempersoalkan perbedaan hari dg tanggal, tapi hal itu sudah diralat kembali hari dan tanggal, tidak ada masalah. Clir.katanya.
Terkait dengan uang hasil lelang." Mantan kepala BKD Kabupaten Bima yg diberi kepercayaan untuk memimpin Yayasn Islam, mengaku, bahwa setiap tahun ada hasil lelang, tapi dipergunakan untuk operasional Yayasan, kemudian tiap tahun ada kelebihan, dan telah dupergunakan untuk penambahan aset, serta membangun gedung sekolah dan Ruko, yg saat ini disewa oleh pengusaha, "itu hasil dari partisipasi rakyat petani yg sewah tanah aset yayasan, sehingga antara petani dan yayasan saling menguntungkan.