Yayasan Islam Bima (YASIM) merupakan salah satu pilar utama pengembangan pendidikan Islam di Kota Bima yang berakar dari Kesultanan Bima. Institusi ini secara historis bertransformasi dari Badan Hukum Syara Kesultanan Bima (didirikan sejak 1931) sebelum resmi berganti nama menjadi Yayasan Islam Bima pada tahun 1963. [1]
Yayasan ini berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta No. 71, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat. [1]
Latar Belakang dan Garis Waktu Sejarah
- Periode Kesultanan (1931-1951): Pada era kekuasaan Sultan Muhammad Salahuddin dan Ruma Bicara Abdul Hamid, pendidikan Islam mulai distrukturkan. Badan Hukum Syara saat itu menaungi sekitar 75 madrasah yang tersebar di wilayah Bima. []
- Masa Transisi (1963): Badan Hukum Syara yang mengelola urusan keagamaan dan pendidikan Islam resmi diubah namanya menjadi Yayasan Islam Bima (YASIM). Langkah ini dilakukan untuk memodernisasi pengelolaan lembaga keagamaan dan madrasah agar sesuai dengan sistem pendidikan nasional. [1, 2]
- Perkembangan Selanjutnya (1968-sekarang): Yayasan terus berkembang dan mendirikan puluhan madrasah baru. Saat ini YASIM turut dipercaya untuk mengelola urusan tradisi dan kepengurusan keagamaan Kesultanan Bima (seperti pengangkatan Lebe atau petugas masjid) melalui koordinasi dengan pihak Istana. []
Peran Pendidikan
Dalam sejarah perkembangannya, YASIM memayungi berbagai jenjang pendidikan untuk mencetak generasi penerus di Bima. Salah satu unit pendidikan yang dikelola oleh yayasan ini adalah SMAS YASIM, sebuah sekolah menengah atas yang terakreditasi dan berlokasi di kompleks pendidikan utama yayasan tersebut. [1]
Jika Anda ingin mendalami sejarah pendidikan Islam di Bima, silakan beri tahu saya:
- Apakah Anda sedang mencari informasi mengenai tokoh ulama pendiri yayasan?
- Apakah Anda membutuhkan data spesifik tentang daftar madrasah di bawah naungan YASIM?
Saya siap membantu memberikan informasi yang lebih spesifik!