MetroNTB.net

Menurut Hitorisnya," Selama Rasulullah SAW Hidup Mayoritas Jumlah Puasa Adalah 29 Hari,"

Menurut Historisnya," Selama Rasulullah SAW Hidup, Jumlah Hari Ramadan Mayoritas 29 Hari."


Puasa Ramadan adalah rukun Islam ketiga yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Secara bahasa, puasa memiliki makna menahan diri. Sebelum agama Islam datang dan disebarkan oleh Nabi Muhammad, Nabi Daud AS sudah menjalankan ibadah puasa.

Sementara itu, puasa Ramadan diperintahkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada bulan Syaban tahun kedua Hijriah, atau sekitar 624 Masehi. Perintah untuk melaksanakan puasa wajib bagi umat Islam di bulan Ramadan terdapat dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 183. Ketika wahyu itu turun, Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya sedang membangun sebuah pemerintahan baru di Madinah.

Dalam sebuah penantian kapastian  usai sholat isya dimesjid Nurul Yasin Kamis 19/3 atau malam jumat  perbincangan jamaah  kepastian pengumuman pemerintah  tentang shlat Idul Fitri 1447 H. belum juga  muncul, baik HP maupun melalui informasi lainya.

"Cletup terucap oleh salah satu  jamaah  bahwa malam ini tidak ada lagi sholat tarawi, karena  sejak perintah  dalam Al Qur an dan Al Hadis  Nabi Muhammad  hanya satu kali  dalam hidupnya melaksanakan puasa  genap 30 hari, Mayoritas , 29 hari " 

Mengingat belum ada informasih resmi dari pemerintah, ditambah lagi Imam  tidak datang dan Imam lain juga sudah pada pulang, jamaah  akhirnya bubar,  kembali kerumah, kalaupun ada informasi , laksanakan tarawih  dirumah saja.

Ungkapan salah satu  jamaah tarawih malam itu bahwa selama periode Kenabian, jumlah hari dalam Ramadan mayoritas 29 hari, bukan 30 hari. 

 Ia sampai pada kesimpulan bahwa bulan Ramadan selama masa Kenabian kebanyakan berjumlah 29 hari, daripada 30 hari.

Garda Terdepan Pelayanan, Wali Kota Serahkan Paket Sembako Bagi Petugas Kebersihan Hingga Tenaga Outsourcing

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri sekaligus menyerahkan bantuan paket sembako berkah ramadan kepada tenaga kebersihan hingga tenaga outsourcing, bertempat di Halaman Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Bima, Senin (16/3/2026).

Turut hadir pada acara penyaluran paket sembako tersebut diantaranya Sekretaris Daerah Kota Bima, Asisten II Setda Kota Bima, Kepala DLH Kota Bima, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bima, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bima, para pimpinan BUMN BRI, BNI, PT. Pelindo, PT. Pertamina, BTN, serta pimpinan perusahaan penyalur tenaga outsourcing.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Syahrial Nuryadin menyampaikan pihaknya mengungkapkan rasa terimakasih nya kepada Pemerintah Kota Bima yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai perangkat daerah yang fokus mengimplementasikan gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat dan Asri.

"DLH salah satu OPD yang memiliki tugas lapangan yang bertugas untuk mewujudkan kota yang bersih dan nyaman. Kepada pejuang kami di Dinas Lingkungan Hidup bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan penghargaan pemerintah atas dedikasi dan pengabdian kita semua yang setiap hari mulai dari subuh hingga malam hari terus menjaga kebersihan dan kenyamanan Kota Bima," ungkap Syahrial.

Rian sapaannya mengaku, ketika sebagian masyarakat tengah beristirahat, para petugas sudah lebih dulu turun ke Jalan membersihkan sudut-sudut kota. Ia menegaskan, pengabdian ini adalah pekerjaan yang mulia karena kebersihan Kota adalah bagian pelayanan Dinas Lingkungan Hidup kepada masyarakat.

"Ada sekitar 600 paket sembako yang dibagikan hari ini. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan penyemangat bagi seluruh tenaga lapangan kami. Dengan tambahan energi ini, kami akan tetap bekerja dengan penuh semangat dan penuh tanggungjawab," ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Bima, H. A. Rahman mengapresiasi kepada BUMN yang telah berpartisipasi dalam program berkah ramadan ini. Bantuan ini berasal dari beberapa BUMN, yaitu BRI sebanyak 200 paket sembako, BNI 100 paket, PT. Pelindo 100 paket, PT. Pertamina 50 paket dan BTN 35 paket.

"Bantuan ini disalurkan kepada para petugas yang selama ini berada di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tenaga kebersihan 180 orang, pengatur lalulintas 90 orang, Satpol-PP 140 orang dan petugas Damkar 25 orang," kata Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa para petugas kebersihan dan lainnya adalah wajah pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Karena setiap hari bekerja tanpa kenal lelah menjaga kebersihan, mengatur lalulintas, menjaga ketertiban, hingga siap siaga menghadapi berbagai kondisi darurat.

Pada kesempatan yang sama, H. A. Rahman juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tenaga Outsourcing di lingkungan Pemerintah Kota Bima. Ia menegaskan walaupun sering bekerja dibalik layar dan mungkin tidak selalu terlihat, para tenaga Outsourcing turut berkontribusi memberikan pelayanan.

"Kami berharap bantuan sederhana ini dapat menambah kebahagiaan menjelang hari raya idulfitri sekaligus menjadi penyemangat bagi kita semua untuk bekerja dengan penuh tanggungjawab," tandasnya.

Pemkot Bima Informasikan Pendaftaran Program Penempatan Tenaga Kerja ke Jepang Batch 20 Tahun 2026

    Metro NTB

Juru bicara Pemerintah Kota Bima yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, S.Sos., SH., M.Ec.Dev., menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait pendaftaran Program Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Jepang melalui skema Government to Government (G to G) Batch 20 Tahun 2026.

Informasi tersebut merujuk pada surat dari Kepala BP3MI Nusa Tenggara Barat Nomor S.261/10.15/PP.02.02/11/2026 tanggal 6 Februari 2026 yang menindaklanjuti pengumuman Direktur Penempatan Pemerintah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia tentang pendaftaran calon kandidat Pekerja Migran Indonesia untuk posisi Nurse (Kangoshi) dan Careworker (Kaigofukushishi) di Jepang.

Dr. Muhammad Hasyim menjelaskan bahwa pendaftaran program ini telah dibuka sejak 1 Februari hingga 28 Mei 2026 dan dilaksanakan secara online melalui laman resmi https://siskop2mi.bp2mi.go.id

Ia mengajak masyarakat Kota Bima, khususnya para alumni dan lulusan bidang keperawatan, agar dapat memanfaatkan peluang tersebut sebagai kesempatan untuk meningkatkan kompetensi serta memperoleh pengalaman kerja di tingkat internasional.

"Program ini terbuka bagi masyarakat dengan usia minimal 18 tahun dan pendidikan minimal D3 atau S1, baik dari jurusan keperawatan maupun non-keperawatan yang memenuhi persyaratan," ujarnya.

Pemerintah Kota Bima juga mengimbau kepada seluruh instansi terkait, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar turut menyebarluaskan informasi ini sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh calon peserta yang berminat mengikuti program penempatan kerja ke Jepang tersebut.

Adapun informasi lebih lengkap mengenai pengumuman serta format surat pernyataan dapat diunduh melalui tautan https://bit.ly/gtogjepang2026, sementara layanan informasi juga tersedia melalui WhatsApp admin di nomor +62 896-661-351-177.

Melalui penyampaian informasi ini, Pemerintah Kota Bima berharap masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang kerja luar negeri yang resmi, aman, dan difasilitasi oleh pemerintah.


Bupati Mutasi Pejabat dan Promosi Kepsek

Bupati Mutasi Pejabat dan Promosi Kepsek Bupati Bima Ady Mahyudi merotasi empat pejabat tinggi pratama sekaligus mempromosikan 71 guru menjadi kepala sekolah dasar melalui dua keputusan yang ditetapkan pada Jumat, 13 Maret 2026.

Kebijakan tersebut disebut sebagai langkah penguatan kinerja birokrasi sekaligus peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bima.

Rotasi pejabat eselon II dilakukan melalui SK Nomor 821.2/231/07.2 Tahun 2026. Dalam kebijakan ini, Fathurrahman, S.E., M.Si yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kesehatan dirotasi menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.

Nurdin, S.Sos yang sebelumnya menjabat Kepala DP3AP2KAB dirotasi menjadi Sekretaris DPRD Kabupaten Bima.

Aries Munandar, ST., MT yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dipercaya memimpin Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Sementara Syamsul Bahrain, S.IP., M.Si yang sebelumnya menjabat Kepala Satpol PP dirotasi menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

Dalam arahannya, Bupati menegaskan aparatur pemerintah harus menempatkan pelayanan masyarakat sebagai orientasi utama dalam menjalankan tugas.

“Esensi keberadaan aparatur pemerintah adalah untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani. Hadirkan birokrasi yang responsif, mudah diakses, tidak berbelit-belit dan yang terpenting – mampu memberikan solusi konkrit bagi setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban aparatur negara merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Prosesi pelantikan bukan seremoni, bukan prosesi tanpa makna, tetapi memiliki makna sangat besar, sebuah kepercayaan begitu berharga yang diberikan oleh negara dan yang terpenting tentunya oleh seluruh lapisan masyarakat di kabupaten Bima,” jelasnya.

Menurutnya, pejabat yang dilantik memiliki peran penting dalam memastikan visi, misi, serta program pembangunan daerah berjalan efektif.

“Saudara adalah prajurit dan garda terdepan yang mewujudkan setiap visi, misi dan program unggulan daerah,” tegasnya.

“Di pundak pejabat yang dilantik, terletak tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan, dapat dilaksanakan dengan baik. Program pembangunan berjalan efektif, efisien dan setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat secara maksimal bagi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.

Selain rotasi pejabat eselon II, Bupati Bima juga mempromosikan 71 guru menjadi kepala sekolah dasar melalui SK Nomor 821.2/232/07.2 Tahun 2026 pada sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bima.

Promosi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola pendidikan dasar sekaligus meningkatkan kualitas kepemimpinan sekolah di daerah. 

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat