MetroNTB.net

"Warga Tanjung Desak Pemkot Perbaiki Jalan Rusak Parah Berlubang"

Kota Bima Metro NTB
Warga Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kota Bima, desak Pemerintah Kota  Bima untuk segera memperbaiki jalan  rusak parah berlubang  yang terletak disebelah barat  Warung makan Padedoang  dulu, tapi sekarang sebelah barat Rumah Toko ( Ruko ) milik Hairun Adiratwan, Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kota Bima, atau  juga disebut jalan menuju pasar raya Bima, yang saat ini jalan itu paling ramai lalu lalang kendaraan roda  duan dan roda empat.
" Desakan ini berawal dari seorang ibu yg sedang gonceng barang dan  anak terjatuh tepat dijalan rusak parah berlubang itu, hingga berita ini diposting,  diketahui , pasca terbentuknya Kota Bima , jalan  yg sangat ramai dipergunakan untuk menuju pasar  raya bima dan pasar tradisional Ama Hami tersebut, belum pernah diperbaiki, apalagi diaspal seperti jalan jalan ditempat lain sepeti jalan menuju puncak puncak gunung disekeling Kota Bima yg sudah dihotmix oleh  dinas PU Kota Bima.
Demikian Desakan Mantan Ketua FPI NTB Habib Hasan, yg juga merupakan pendukung  keras Pasangan Man-Fer. Ketika Pilkada Langsung 2024 silam tersebut.
Iya juga menegaskan bahwa jalan dan jembatan kecil bikinan jaman belanda itu belum pernah diperbaiki, tegasnya.
Sementara anak anak muda kreatif yg menjajakan   jasa ganti jok sepeda motor yg duduk dipinggir jalan rusak berlubang tersebut, tidak bisa berbuat apa apa atas, hanya pasrah dengan  kondisi jalan tersebut."Mau lapor kemana juga mungkin tidak tau?" 
Diskominfo Kota Bima, yg dimintai tanggapan soal jalan Rusak Berlubang  tersebut, mengaku sudah menyampaikan kepada Dinas PUPR Kota Bima, tapi belum ada jawaban yg pasti,.
Sementara Dinas PUPR Kota Bima  yg ingin dikofirmasi via WA,nya selasa 27/1/2026, tidak aktif dan tidak, menjawab.

Sekda Kota Bima Buka MUKERDA X DPD Wahdah Islamiyah

Sekretaris Daerah Kota Bima, menegaskan pentingnya penguatan solidaritas dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertajuk “Kuatkan Solidaritas dan Kolaborasi Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Maju dan Bermartabat” yang menjadi rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, bertempat di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Minggu (18/01/2026).

Sekda Kota Bima mewakili Pemerintah Kota Bima, mengawali paparan dengan menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada jajaran pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima beserta seluruh panitia penyelenggara atas terselenggaranya Dialog Kebangsaan dalam rangkaian MUKERDA ke - X ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan, membangun kesadaran kebangsaan, serta mendukung agenda pembangunan karakter masyarakat Kota Bima. Sekda berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Bima yang maju, religius, dan bermartabat.

Dalam paparan bertema “Membangun Karakter melalui Gerakan Kota Bima BISA dalam Upaya Memerangi Miras, Narkoba, dan Radikalisme”, Sekda menguraikan tantangan kebangsaan di tingkat lokal, khususnya ancaman degradasi karakter masyarakat, dampak negatif miras dan narkoba terhadap moral, kesehatan, serta meningkatnya potensi konflik sosial dan kriminalitas. Selain itu, ia juga menyoroti bahaya radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni sosial dan nilai kebhinekaan, terutama yang menyasar generasi muda.

Sekda menegaskan bahwa Gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) bukan hanya program kebersihan lingkungan, tetapi merupakan gerakan pembangunan karakter yang menyentuh aspek spiritual, sosial, budaya, dan perilaku masyarakat. Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan visi RPJMD Kota Bima 2025–2029, yakni “Terwujudnya Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan”, khususnya misi mewujudkan masyarakat yang berketahanan sosial, religius, dan berbudaya.

“Kota yang bersih, indah, sehat, dan asri hanya dapat terwujud oleh masyarakat yang berkarakter, religius, dan berbudaya. Gerakan BISA harus kita aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memerangi miras, narkoba, dan paham radikal yang merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda mendorong peran strategis organisasi keagamaan, termasuk Wahdah Islamiyah, sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, membina moral masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam perlindungan generasi muda. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Gerakan BISA sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan, menjaga Kota Bima sebagai rumah bersama yang aman, harmonis, dan bermartabat.

Menutup paparannya, Sekda berharap Dialog Kebangsaan ini tidak hanya melahirkan kesadaran bersama, tetapi juga mendorong aksi nyata di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen bersama membangun Kota Bima yang maju, religius, dan berkarakter.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol. ARH. S. Limbongan, S.Kom., M.Sc, Perwakilan Polres Bima Kota, Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTB, Ust. Saifudin, S.Pdi., Lc., M.Pd, Kaban Kesbangpol Kota Bima, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Ketua STIS Al-Ittihad Bima, serta Tenaga Ahli Poksi Komisi II DPR RI Dr. Alfarisi Thalib, S.Sos., MA konferensi virtual. Selain itu turut hadir berbagai elemen masyarakat dari mulai pelajar, mahasiswa, dan organisasi masyarakat dan keagaman Kota Bima

Tekan Laju Inflasi, TPID Kota Bima Gelar Operasi Pasar Gerakan Pangan Murah 2 Kelurahan Sehari

    Kota Bima Metro NTB

Dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan barang dan jasa, serta terus menjaga lonjakan harga pangan, Pemerintah Kota Bima melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perum Bulog Cabang Bima akan menggelar operasi pasar murah dua kali sehari tiap kelurahan.

Hal itu diungkapkan Muhammad Hasyim usai mengikuti rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dalam kegiatan monitoring pengendalian inflasi tahun 2026 dengan seluruh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia, di Aula Parenta Pemerintah Kota Bima, pada Senin (19/01/2026).

"Pemkot Bima dan Perum Bulog Cabang Bima akan melakukan operasi pasar gerakan pangan murah. Dalam sehari, TPID akan menyasar 2 Kelurahan. Insyaallah operasi pasar akan dimulai besok tanggal 20 hingga 29 Januari 2026," ungkapnya.

Hasyim yang juga selaku Jubir Pemkot Bima ini menjelaskan, operasi pasar gerakan pangan murah 2026 ini merupakan perpanjangan waktu dari Badan Pangan Nasional terkait realisasi pasokan dan harga beras di tingkat konsumen pada awal tahun 2026 dalam menjaga stabilisasi pangan.

"Penyaluran SPHP beras tingkat konsumen periode Juli-Desember 2025 diperpanjang hingga 31 Januari 2026. Ini semua wujud komitmen pemerintah dalam memastikan harga pangan yang terjangkau bagi masyarakat," tegas Hasyim.

Ia juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan operasi pasar gerakan pangan murah ini dengan sebaik-baiknya, harga lebih terjangkau dan relatif lebih murah.

"Lokasi penyaluran SPHP ini di gelar di kelurahan Tanjung, Dara, Jatiwangi, Jatibaru Timur, Santi, Matakando, Rite dan Ntobo. Operasi pasar akan dimulai pada pukul 08.30 sampai dengan 10.00 WITA," pungkasnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima Berkomitmen Meyalayani Pasien Dengan Baik

Bima Metro NTB

Tahun 2026, Rumah Sakut Umum Daerah (RSUD ) Bima, berkomitmen untuk melayani pasien dengan baik.
Dengan kondisi  fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah Bima yg semakin hari semakin canggih, dan dilengkapi sumber daya paramedis dengan masing  masing keahlian, sehingga diatur poli poli menurut diagnosa penyakit.
Terlihat dengan jelas, paramedis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD ) Bima, melayani pasien rawat jalan, telah mendapatkan petunjuk dari petugas adminstrasi  sehinggah untuk menuju paramedis RSUD Bima sudah diatur berdasarkan penyakit yh diderita oleh pasien.
 " Untuk Poli anak dilayani oleh dokter ahli  dibidang penyakit anak, dan dibantu oleh pembantu medis profedional dibidang anak, sehingga keluhan dan penyakit anak dapat teratasi dengan baik."
Kemudian Poli gigi juga sudah tersedia alat dan dokter spesialis gigi.
Untuk poli mata , dokter spesialis mata juga melayani pasien rawat jalan,.
Kemudian dibidang penyakit  dalam terbagi sesuai keahlian, seperti, penyakit jantung, paru, hepatitis,dan sebagainya, telah diatur poli polinya oleh managenen Rumaha Sskit Umum Daerah Bima.
Kemudian yang terakhir, dan tidak kalah penting dengan petsoalan lain, yakni kebersihan,tidak diragukan lagi , demikian liputan Metro NTB 15 Januari 2026.

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat