MetroNTB.net

Terbaru

Pemerintah

Kriminal

Ad Placement

NTB

Video

Delapan PKBM Di Kec. Lambu Diduga Fiktif

Metrontb.net - Kab. Bima - diduga temuan LSM gembok 8 sekolah PKBM kec. lambu fiktif. Telah melakukan penggelapan anggaran bantuan Operasional Pendidikan PKBM. 29/01/26

Yang bersumber dari bantuan dana pusat dan beberapa waktu kemudian pimpinan korwil menghubungi salah satu anggota LSM melalui via chat wa, "bahwa bantuan PKBM bukan urusan kami, Dan kemudian status aktifnya bukan urusan kami akan tetapi urusan dinas pendidikan kabupaten". Tegasnya

Sehingga teman-teman LSM dan Media mengindikasikan ada dugaan keterlibatan oknum oknum dari pihak KORWIL dalam memberikan surat rekomendasi pengajuan biaya operasional pendidikan (BOP).

Maupun penggelapan bantuan anggaran dana BOS sekolah PKBM Kec. Lambu, ada beberapa sekolah PKBM yang dinyatakan tidak ada aktifitas (tidak aktif) namun mendapat anggaran bantuan operasional pendidikan PKBM setiap tahunnya.

Dan pihak dari korwil menyatakan bahwa sebagian tidak mengakaui adanya sekolah PKBM yang ada di kec. Lambu.
Warga Melayu ," Mantap Dengan Lurah Yanto."

Warga Melayu ," Mantap Dengan Lurah Yanto."

Setelah diberi amanat oleh Walikota Bima menjadi PLT Kepala Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Kota Bima.
" Yanto langsung turun ditengah tengah kampung  dalam rangka melihat dari dekat kondisi dan keadaan rakyat."
Hal itu dilakukan karena Kelurahan Melayu Kecematan Asakota Bima, merupakan daerah  yg paling banyak  pendatang luar Kota, sehingga Lurah Melayu berusaha dari rumah kerumah dan dari kos kosan , melihat secara langsung informasi yg dihimpun  selama ini.
Pendatang memang benar  banyak, terutama dari daerah Sunda Jawa Barat,yg semuanya wanita.
Kemudian teman kita yg datang pulau Sumba NTT banyak juga menjadi penghuni kos dan sewah rumah, mereka berpasutri

Pansus DPRD Kota Bima Gelar Rapat Bersama Tim Pakar untuk Pendalaman Data Aset Daerah

    Kota Bima Metro NTB

Rilis Berita     
Kegiatan DPRD Kota Bima
Selasa, 27 Januari 2026

Sekretariat DPRD Kota Bima — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima melalui Panitia Khusus (Pansus) mengadakan rapat internal bersama Tim Pakar DPRD Kota Bima pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Banggar DPRD Kota Bima.

Rapat ini merupakan bagian dari tahap awal kerja Pansus dalam rangka konsolidasi serta persiapan identifikasi dan penelusuran aset Pemerintah Kota Bima.

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk keseriusan DPRD Kota Bima dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap pengelolaan dan penataan aset daerah agar dicatat secara tertib, transparan, dan akuntabel. Kehadiran Tim Pakar DPRD Kota Bima dalam forum ini bertujuan untuk memberikan penguatan konseptual, regulatif, dan teknis guna memastikan proses kerja Pansus berjalan berbasis data dan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.

Dalam rapat ini, Pansus bersama Tim Pakar membahas sejumlah hal strategi, antara lain kerangka kerja dan metode pendataan aset, pemetaan permasalahan aset yang selama ini belum diatur secara administrasi, serta langkah-langkah penelusuran aset yang memerlukan klarifikasi status hukum dan kepemilikan. Selain itu, dibahas pula kebutuhan data pendukung dari perangkat daerah terkait sebagai bagian dari proses validasi dan verifikasi aset.

Melalui rapat bersama Tim Pakar ini, Pansus DPRD Kota Bima menegaskan komitmennya untuk bekerja secara profesional, obyektif, dan terukur. Sinergi antara Pansus dan Tim Pakar diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan solutif dalam rangka memperbaiki tata kelola aset daerah, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efektivitas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Bima.

DPRD Kota Bima berharap tahapan awal ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kerja Pansus ke depan, sehingga seluruh aset daerah dapat terinventarisasi dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besarnya kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima. *

Wali Kota Bima Sampaikan Kondisi Keuangan Daerah Tahun 2026, Hibah Masjid Hingga Gaji RT Tetap Dianggarkan

Wali Kota Bima menyampaikan kondisi keuangan daerah Kota Bima tahun anggaran 2026 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total APBD Kota Bima tahun 2026 sebesar lebih kurang 790 milyar rupiah, mengalami penurunan 303 milyar dibandingkan dengan total APBD tahun 2025 yang mencapai 1 triliun 93 miliar.

Hal itu disampaikan H A Rahman pada Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan Tinggi Pratama Jabatan Sekda Kota Bima, penyerahan Mobil Pemadam Kebakaran, serta bantuan rombong usaha bagi pelaku UMKM di Halaman Kantor Wali Kota, pada Senin (05/01/2026).

"Total pendapatan tahun 2026 sebesar 716 miliar, turun sebesar 352 miliar dibandingkan dengan total pendapatan tahun 2025 yang mencapai 1 triliun 69 miliar," beber Wali Kota.

Wali Kota Bima menuturkan, di tengah penurunan pendapatan daerah yang sangat tajam, di sisi lain terjadi peningkatan kebutuhan belanja pegawai yang sangat tinggi terutama sebagai akibat penerimaan PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu pada tahun 2025.

"Total kebutuhan gaji PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu tahun 2026 mencapai 142 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 45 miliar dibandingkan kebutuhan gaji dan PPPK tahun 2025," ujarnya.

Menurutnya, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi merupakan realitas yang harus kita hadapi bersama. Dengan kondisi anggaran yang berkurang sangat besar ini, kita dituntut untuk mengatur dan mengelola keuangan daerah secara lebih cermat, bijak, dan bertanggung jawab, agar tetap mampu memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dan menjalankan program-program prioritas.

Menanggapi isu dan opini yang berkembang ditengah masyarakat, Wali Kota Bima kembali menegaskan bahwa pada tahun 2026 tetap berkomitmen untuk melaksanakan, pertama, kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima Rp. 32 miliar, pengadaan tanah dukungan proyek NUFReP 10 miliar, aspal jalan tersebar mencapai 5 miliar, drainase dukungan proyek NUFReP Rp. 3 miliar.

Selain itu, kelanjutan pembangunan lapangan Serasuba sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi dan budaya sebesar 5 miliar, program PKH daerah 3 miliar, bantuan rumah layak huni 1,4 miliar.

"Hibah kelanjutan pembangunan masjid agung Al Muwahidin Rp. 2,5 miliar, dukungan untuk pelaksanaan MTQ mulai tingkat kelurahan sampai dengan tingkat Kota Bima serta honor guru ngaji, imam, marbot, ketua RT dan ketua RW tetap diberikan," tegasnya.

Wali Kota juga berharap kepada seluruh ASN untuk dapat menjadi corong informasi pemerintah yang baik kepada masyarakat. Sampaikan dengan jujur dan berimbang, bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2026 memang tidak mudah, namun pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen untuk bekerja keras, melayani, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

"Kepada lebih kurang 8 ribu ASN se Kota Bima, saya imbau jadilah corong informasi pemerintah yang baik bagi masyarakat," imbuhnya

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat