MetroNTB.net

Hadiri Lomba Gerak Jalan Jenjang SMP/MTs, Wali Kota Bima Minta Tak Sekadar Seremoni, Tapi Bentuk Karakter Pelajar." Kevin Al Farok Wakili SMP N0.2 Kota Bima."

    Kota Bima Metro NTB

Wali Kota Bima H. A. Rahman meminta kegiatan kepramukaan tidak berhenti sebagai agenda seremonial peringatan Hari Pramuka maupun Hari Kemerdekaan. Menurut dia, lomba gerak jalan harus menjadi ruang membangun karakter, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda.

Pesan itu disampaikan Wali Kota Bima saat menghadiri Lomba Gerak Jalan Indah Pramuka tingkat SMP dan MTs se-Kota Bima di Mimbar Kehormatan depan Kantor Wali Kota Bima, Minggu, 2 Agustus 2026.

( Kevin  lagi siap siap  untuk ikut berpartisipasi memeriahkan  hari kemerdekaan RI ke 81 Agustus  tahun 2026  yang dirangkaikan hari  pramuka  nasional yg diadakan oleh Pemerintah Kota Bima," Kevin hadir dibarisan SMPN N0  2 Kota ."

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 dan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebanyak 46 regu dari SMP dan MTs ambil bagian dalam perlombaan. Mereka menampilkan formasi barisan yang mengedepankan kekompakan, ketepatan gerak, serta kreativitas. Penampilan para peserta disaksikan masyarakat yang memadati kawasan pusat kota sejak pagi.

"Lomba ini diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, jiwa kepemimpinan, disiplin, dan semangat mengabdi kepada bangsa serta daerah," kata Aji Man sapaan Wali Kota.

Ia menilai pendidikan karakter menjadi tantangan yang sama pentingnya dengan peningkatan prestasi belajar. Karena itu, kegiatan kepramukaan perlu terus diperkuat sebagai wadah membentuk sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap tanah air.

Selain Wali Kota, kegiatan itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Asisten I Sekretariat Daerah Kota Bima, para kepala organisasi perangkat daerah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta sejumlah tamu undangan.

Lomba gerak jalan menjadi salah satu agenda pembuka rangkaian peringatan Hari Pramuka dan HUT Kemerdekaan di Kota Bima. Pemerintah Kota Bima berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarsekolah, tetapi juga memperkuat nilai kebangsaan dan semangat kebersamaan di kalangan pelajar.

Wali Kota Bima Hadiri Lomba Gerak Jalan Indah Tingkat SD/MI dalam Rangka HUT RI ke-81 dan Hari Pramuka ke-65

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE, menghadiri pelaksanaan Lomba Gerak Jalan Indah tingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Bima, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026. Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, Bunda PAUD Kota Bima Hj. Badrah Ekawati H. A. Rahman, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Bima, jajaran pengurus PGRI Kota Bima, serta pengurus Pramuka Kota Bima.

Tanpak terlihat juga barisan SDN  No. 1 Kota Bima, menujukan kobolehan  dihadapan  pimpinan Daerah  

Lomba Gerak Jalan Indah tingkat SD/MI tahun ini diikuti sebanyak 191 regu dari berbagai sekolah di Kota Bima. Untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan memberikan kesempatan yang optimal bagi seluruh peserta, perlombaan dibagi dalam dua hari.

Pada hari pertama, sebanyak 96 regu mengikuti perlombaan. Peserta berasal dari tiga kecamatan, yakni Kecamatan Asakota, Kecamatan Rasanae Barat, dan sebagian wilayah Kecamatan Mpunda.

Sementara itu, pada hari kedua, lomba diikuti oleh 95 regu yang berasal dari Kecamatan Raba, Kecamatan Rasanae Timur, dan sebagian wilayah Kecamatan Mpunda.

Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta jajaran Pemerintah Kota Bima menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Pramuka, tetapi juga menjadi wadah bagi para pelajar untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, kreativitas, serta rasa cinta tanah air sejak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat perjuangan dan nilai-nilai kepramukaan dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda Kota Bima, sekaligus mempererat kebersamaan antara peserta didik, guru, orang tua, dan seluruh masyarakat.

Semoga Tidak Jadi Beban Orang Lain "

 " MULAI KEPIKIR, BUKAN MATI YANG MENAKUTKAN "
Terlalu panjang umur
menakutkan, karena banyak hal yg menjadi beban  orang  lain  kalau ada,kalau tidak ada orang, ?

Perna berpikir, bahwa 
Yang paling berat
Adalah mencari uang.

Ternyata bukan, mulai sadar
Bawa yang lebih berat
Adalah...
Menjadi tua
Perlahan-lahan.
Mata mulai kabur, rambut  sudah uban, gigi  satu persatu mulai rontok, nikmat mengunya dulu, berubah, yg keras dipisah  yg lunak ditelan tanpa dikunya.
Lutut mulai nyeri
Pinggang mulai ngilu,
Telinga berdenging
Tidur mulai tak nyenyak lagi ,  yang agak menyeramkan...
Hampir pasti semua itu
Tidak membaik
Melainkan...
Berangsur memburuk
Semua itu datang
Justru ketika Tuhan 
Sudah  menakar rejiki sesuai kindisi keadaan .

Hati mulai bertanya
Kalau nanti  jatuh di kamar mandi
Siapa yang akan menolong?
Ketika jatu  sakit sambik meunggu giliran  takdir,
Siapa yang akan menemani?.
Anak anak  menjadi harapan ,
Mereka juga
Punya kesibukan pekerjaan
Punya pasangan
Punya anak
Punya kehidupan
Yang harus diperjuangkan

Sujur, Kalau pasangan
Masih ada
Kita masih bisa
Saling menjaga
Tetapi...
Kalau pasangan
Sudah pergi. Mendahului, walahualam 
" Orang yang biasanya duduk
Di sana
Sudah tidak ada" 

 Pernah melihat
Seorang kakek duduk sendirian didepan serambi rumah, yg didepan  ada gelas bekas Kopi,  ampas hitam  masih terlihat dengan jelas.
Tatapan kosong
Seolah...seolah masih ada yg diharapan,.
Bukan makanan
Melainkan...
Seseorang
Yang datang, menyapa.

Saran penting " Kalau masih muda
Jangan cuma
Menyiapkan
Hari pensiunSiapkan juga
Masa tua
Rawat kesehatan
Pelihara persahabatan
Dekatkan diri
Dengan anak2
Kesimpulan Karena...
Yang paling menakutkan
Ternyata bukan
Tidak punya
Uang
Melainkan...
Tidak punya
Orang
Yang benar-benar
Peduli
Saat loe
Sudah tidak
Berdaya lagi.

BPN Gandeng Kemendagri Demi Percepat Proses Balik Nama Sertifikat Tanah


Ilustrasi sertifikat tanah 
Ilustrasi sertifikat tanah. Foto: Dok Kementerian ATR/BPN
Jakarta -Metro NTB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan mempercepat standar waktu penyelesaian layanan peralihan hak atau balik nama sertifikat tanah. Ini merupakan salah satu transformasi layanan yang dilakukan Kementerian ATR/BPN.

Rencananya, layanan balik nama itu berjalan mulai dari verifikasi BPHTB selesai dalam 3 hari, proses pembuatan akta jual beli oleh PPAT selesai dalam 2 hari, serta tahap pemenuhan seluruh persyaratan sekaligus pembayaran Surat Perintah Setor (SPS) dan PNBP oleh pemohon dalam 5 hari.

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, apabila masyarakat mendapati kendala dalam proses verifikasi BPHTB, Kementerian ATR/BPN akan mendorong proses tersebut dengan membuat Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri.


"Kalau pemerintah daerah lama, kita akan membuat Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri dengan Menteri ATR/Kepala BPN," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (2/8/2026).

Nantinya, setelah Surat Edaran ditandatangani, seluruh kantor pertanahan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama dengan pemerintah daerah. Hal tersebut untuk mempercepat verifikasi BPHTB sekaligus mengintegrasikan data Nomor Objek Pajak (NOP) dengan Nomor Identifikasi Bidang (NIB).


Selain waktu balik nama sertifikat tanah, Kementerian ATR/BPN juga akan mentransformasi layanan pengukuran tanah. Mereka akan menerapkan sistem pengukuran tanah terjadwal di seluruh kantor pertanahan. Kebijakan ini berlaku efektif pada 17 Agustus 2026.

"Nanti masa tunggu pengukurannya maksimal tujuh hari. Ada kepastian kapan diukurnya, jangan sampai tidak ada kepastian. Gunakan pendekatan first in, first out, yang datang duluan diukur duluan dan masa tunggunya tujuh hari," ujarnya.

Dengan sistem Pengukuran Terjadwal, masyarakat yang mendaftarkan permohonan di kantor pertanahan akan memperoleh jadwal pelayanan pengukuran dengan masa tunggu paling lama 7 (tujuh) hari. Durasi penyelesaian pekerjaan setelah pengukuran maksimal 5 (lima) hari hingga menghasilkan Peta Bidang Tanah (PBT). Sejak permohonan diajukan hingga PBT diterbitkan, total waktu pelayanan maksimal adalah 12 hari.

Sementara itu, bagi yang membutuhkan waktu penyelesaian pengukuran lebih cepat, Kementerian ATR/BPN juga menyiapkan layanan dengan tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuan

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat