MetroNTB.net

Pansus DPRD Kota Bima Gelar Rapat Bersama Tim Pakar untuk Pendalaman Data Aset Daerah

    Kota Bima Metro NTB

Rilis Berita     
Kegiatan DPRD Kota Bima
Selasa, 27 Januari 2026

Sekretariat DPRD Kota Bima — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima melalui Panitia Khusus (Pansus) mengadakan rapat internal bersama Tim Pakar DPRD Kota Bima pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Ruang Banggar DPRD Kota Bima.

Rapat ini merupakan bagian dari tahap awal kerja Pansus dalam rangka konsolidasi serta persiapan identifikasi dan penelusuran aset Pemerintah Kota Bima.

Rapat tersebut dilaksanakan sebagai bentuk keseriusan DPRD Kota Bima dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya terhadap pengelolaan dan penataan aset daerah agar dicatat secara tertib, transparan, dan akuntabel. Kehadiran Tim Pakar DPRD Kota Bima dalam forum ini bertujuan untuk memberikan penguatan konseptual, regulatif, dan teknis guna memastikan proses kerja Pansus berjalan berbasis data dan sesuai dengan ketentuan peraturan-undangan.

Dalam rapat ini, Pansus bersama Tim Pakar membahas sejumlah hal strategi, antara lain kerangka kerja dan metode pendataan aset, pemetaan permasalahan aset yang selama ini belum diatur secara administrasi, serta langkah-langkah penelusuran aset yang memerlukan klarifikasi status hukum dan kepemilikan. Selain itu, dibahas pula kebutuhan data pendukung dari perangkat daerah terkait sebagai bagian dari proses validasi dan verifikasi aset.

Melalui rapat bersama Tim Pakar ini, Pansus DPRD Kota Bima menegaskan komitmennya untuk bekerja secara profesional, obyektif, dan terukur. Sinergi antara Pansus dan Tim Pakar diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang komprehensif dan solutif dalam rangka memperbaiki tata kelola aset daerah, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efektivitas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Bima.

DPRD Kota Bima berharap tahapan awal ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi kerja Pansus ke depan, sehingga seluruh aset daerah dapat terinventarisasi dengan baik dan dimanfaatkan secara optimal untuk sebesar-besarnya kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bima. *

Wali Kota Bima Sampaikan Kondisi Keuangan Daerah Tahun 2026, Hibah Masjid Hingga Gaji RT Tetap Dianggarkan

Wali Kota Bima menyampaikan kondisi keuangan daerah Kota Bima tahun anggaran 2026 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total APBD Kota Bima tahun 2026 sebesar lebih kurang 790 milyar rupiah, mengalami penurunan 303 milyar dibandingkan dengan total APBD tahun 2025 yang mencapai 1 triliun 93 miliar.

Hal itu disampaikan H A Rahman pada Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan Tinggi Pratama Jabatan Sekda Kota Bima, penyerahan Mobil Pemadam Kebakaran, serta bantuan rombong usaha bagi pelaku UMKM di Halaman Kantor Wali Kota, pada Senin (05/01/2026).

"Total pendapatan tahun 2026 sebesar 716 miliar, turun sebesar 352 miliar dibandingkan dengan total pendapatan tahun 2025 yang mencapai 1 triliun 69 miliar," beber Wali Kota.

Wali Kota Bima menuturkan, di tengah penurunan pendapatan daerah yang sangat tajam, di sisi lain terjadi peningkatan kebutuhan belanja pegawai yang sangat tinggi terutama sebagai akibat penerimaan PPPK Penuh Waktu dan PPPK Paruh Waktu pada tahun 2025.

"Total kebutuhan gaji PPPK Penuh Waktu dan Paruh Waktu tahun 2026 mencapai 142 miliar, atau mengalami kenaikan sebesar 45 miliar dibandingkan kebutuhan gaji dan PPPK tahun 2025," ujarnya.

Menurutnya, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, tetapi merupakan realitas yang harus kita hadapi bersama. Dengan kondisi anggaran yang berkurang sangat besar ini, kita dituntut untuk mengatur dan mengelola keuangan daerah secara lebih cermat, bijak, dan bertanggung jawab, agar tetap mampu memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan dan menjalankan program-program prioritas.

Menanggapi isu dan opini yang berkembang ditengah masyarakat, Wali Kota Bima kembali menegaskan bahwa pada tahun 2026 tetap berkomitmen untuk melaksanakan, pertama, kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima Rp. 32 miliar, pengadaan tanah dukungan proyek NUFReP 10 miliar, aspal jalan tersebar mencapai 5 miliar, drainase dukungan proyek NUFReP Rp. 3 miliar.

Selain itu, kelanjutan pembangunan lapangan Serasuba sebagai bagian dari penataan kawasan wisata religi dan budaya sebesar 5 miliar, program PKH daerah 3 miliar, bantuan rumah layak huni 1,4 miliar.

"Hibah kelanjutan pembangunan masjid agung Al Muwahidin Rp. 2,5 miliar, dukungan untuk pelaksanaan MTQ mulai tingkat kelurahan sampai dengan tingkat Kota Bima serta honor guru ngaji, imam, marbot, ketua RT dan ketua RW tetap diberikan," tegasnya.

Wali Kota juga berharap kepada seluruh ASN untuk dapat menjadi corong informasi pemerintah yang baik kepada masyarakat. Sampaikan dengan jujur dan berimbang, bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2026 memang tidak mudah, namun pemerintah Kota Bima tetap berkomitmen untuk bekerja keras, melayani, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

"Kepada lebih kurang 8 ribu ASN se Kota Bima, saya imbau jadilah corong informasi pemerintah yang baik bagi masyarakat," imbuhnya

"Warga Tanjung Desak Pemkot Perbaiki Jalan Rusak Parah Berlubang"

Kota Bima Metro NTB
Warga Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kota Bima, desak Pemerintah Kota  Bima untuk segera memperbaiki jalan  rusak parah berlubang  yang terletak disebelah barat  Warung makan Padedoang  dulu, tapi sekarang sebelah barat Rumah Toko ( Ruko ) milik Hairun Adiratwan, Kampung Sumbawa Kelurahan Tanjung Kota Bima, atau  juga disebut jalan menuju pasar raya Bima, yang saat ini jalan itu paling ramai lalu lalang kendaraan roda  duan dan roda empat.
" Desakan ini berawal dari seorang ibu yg sedang gonceng barang dan  anak terjatuh tepat dijalan rusak parah berlubang itu, hingga berita ini diposting,  diketahui , pasca terbentuknya Kota Bima , jalan  yg sangat ramai dipergunakan untuk menuju pasar  raya bima dan pasar tradisional Ama Hami tersebut, belum pernah diperbaiki, apalagi diaspal seperti jalan jalan ditempat lain sepeti jalan menuju puncak puncak gunung disekeling Kota Bima yg sudah dihotmix oleh  dinas PU Kota Bima.
Demikian Desakan Mantan Ketua FPI NTB Habib Hasan, yg juga merupakan pendukung  keras Pasangan Man-Fer. Ketika Pilkada Langsung 2024 silam tersebut.
Iya juga menegaskan bahwa jalan dan jembatan kecil bikinan jaman belanda itu belum pernah diperbaiki, tegasnya.
Sementara anak anak muda kreatif yg menjajakan   jasa ganti jok sepeda motor yg duduk dipinggir jalan rusak berlubang tersebut, tidak bisa berbuat apa apa atas, hanya pasrah dengan  kondisi jalan tersebut."Mau lapor kemana juga mungkin tidak tau?" 
Diskominfo Kota Bima, yg dimintai tanggapan soal jalan Rusak Berlubang  tersebut, mengaku sudah menyampaikan kepada Dinas PUPR Kota Bima, tapi belum ada jawaban yg pasti,.
Sementara Dinas PUPR Kota Bima  yg ingin dikofirmasi via WA,nya selasa 27/1/2026, tidak aktif dan tidak, menjawab.

Sekda Kota Bima Buka MUKERDA X DPD Wahdah Islamiyah

Sekretaris Daerah Kota Bima, menegaskan pentingnya penguatan solidaritas dan kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam mewujudkan Kota Bima yang maju dan bermartabat.

Hal tersebut disampaikan Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, dalam kegiatan Dialog Kebangsaan bertajuk “Kuatkan Solidaritas dan Kolaborasi Mewujudkan Masyarakat Kota Bima Maju dan Bermartabat” yang menjadi rangkaian Musyawarah Kerja Daerah (MUKERDA) X DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima, bertempat di Aula Maja Labo Dahu Kantor Wali Kota Bima, Minggu (18/01/2026).

Sekda Kota Bima mewakili Pemerintah Kota Bima, mengawali paparan dengan menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada jajaran pengurus DPD Wahdah Islamiyah Kota Bima beserta seluruh panitia penyelenggara atas terselenggaranya Dialog Kebangsaan dalam rangkaian MUKERDA ke - X ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi organisasi keagamaan dalam memperkuat persatuan, membangun kesadaran kebangsaan, serta mendukung agenda pembangunan karakter masyarakat Kota Bima. Sekda berharap sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan Kota Bima yang maju, religius, dan bermartabat.

Dalam paparan bertema “Membangun Karakter melalui Gerakan Kota Bima BISA dalam Upaya Memerangi Miras, Narkoba, dan Radikalisme”, Sekda menguraikan tantangan kebangsaan di tingkat lokal, khususnya ancaman degradasi karakter masyarakat, dampak negatif miras dan narkoba terhadap moral, kesehatan, serta meningkatnya potensi konflik sosial dan kriminalitas. Selain itu, ia juga menyoroti bahaya radikalisme dan intoleransi yang dapat mengancam harmoni sosial dan nilai kebhinekaan, terutama yang menyasar generasi muda.

Sekda menegaskan bahwa Gerakan Kota Bima Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA) bukan hanya program kebersihan lingkungan, tetapi merupakan gerakan pembangunan karakter yang menyentuh aspek spiritual, sosial, budaya, dan perilaku masyarakat. Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan visi RPJMD Kota Bima 2025–2029, yakni “Terwujudnya Kota Bima yang maju, bermartabat, dan berkelanjutan”, khususnya misi mewujudkan masyarakat yang berketahanan sosial, religius, dan berbudaya.

“Kota yang bersih, indah, sehat, dan asri hanya dapat terwujud oleh masyarakat yang berkarakter, religius, dan berbudaya. Gerakan BISA harus kita aplikasikan dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam memerangi miras, narkoba, dan paham radikal yang merusak masa depan generasi muda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda mendorong peran strategis organisasi keagamaan, termasuk Wahdah Islamiyah, sebagai mitra pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial, membina moral masyarakat, serta menjadi garda terdepan dalam perlindungan generasi muda. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Gerakan BISA sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan, menjaga Kota Bima sebagai rumah bersama yang aman, harmonis, dan bermartabat.

Menutup paparannya, Sekda berharap Dialog Kebangsaan ini tidak hanya melahirkan kesadaran bersama, tetapi juga mendorong aksi nyata di tengah masyarakat sebagai wujud komitmen bersama membangun Kota Bima yang maju, religius, dan berkarakter.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Komandan Kodim 1608/Bima, Letkol. ARH. S. Limbongan, S.Kom., M.Sc, Perwakilan Polres Bima Kota, Ketua DPW Wahdah Islamiyah NTB, Ust. Saifudin, S.Pdi., Lc., M.Pd, Kaban Kesbangpol Kota Bima, Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, Ketua STIS Al-Ittihad Bima, serta Tenaga Ahli Poksi Komisi II DPR RI Dr. Alfarisi Thalib, S.Sos., MA konferensi virtual. Selain itu turut hadir berbagai elemen masyarakat dari mulai pelajar, mahasiswa, dan organisasi masyarakat dan keagaman Kota Bima

Ad Placement

Kesehatan

Pendidikan

Masyarakat